Saturday, July 26, 2008

Guru Dari Kampung Seberang

Pernah sekali kau titiskan airmata
menongkah arus gelombang harmoni
lantas kau terpenjara

Ketika itu disisimu hanyalah airmata ibu
bersama kesepian dan kesedihan yang memilukan
yang menjalar pada setiap urat nadi halusmu
lantaran dendangan waktu yang celaru

mata redupmu
membayangkan kesiksaan aduhai kesiksaan
ibarat jatuhnya embun pagi pada hamparan tanah kontang
hilang bersama rongga-rongga tanah kering

Hari ini
aku mendoakan kau guruku
guru kampung seberang
dengan suntikan semangat kesedaran
disaluti kilauan permata dan kegemilangan
tatkala kau semakin matang diri
dalam dunia guru abadi

Semoga kau guruku
menjadi seorang pelukis
melakarkan garis-garis perasaan
pada helaian putih bersih kertas cita-cita
mewarnakan ilmu dengan berus pengalaman
agar terpamer lukisan kehidupan



sksm
2.50 petang

No comments: